Banner Iklan
BREAKINGNEWS
🔍

Ribuan Penambang Timah di Babel Geruduk PT Timah, Tuntut Harga dan Bubarkan Satgas

Selasa, 7 Okt 2025 03:23 • Oleh Redaksi Indo Ekspres

Pangkalpinang, IndoEkspres.com– Ribuan penambang timah rakyat dari lima kabupaten/kota di Bangka Belitung (Babel) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor PT Timah Tbk, Selasa (6/10/2025). Mereka menuntut perusahaan menaikkan harga beli timah rakyat sekaligus membubarkan satuan tugas yang dianggap mengekang aktivitas tambang rakyat.

Aksi yang awalnya berlangsung damai sempat berujung ricuh. Massa merangsek masuk hingga pagar kantor roboh, kaca jendela pecah, dan ban bekas dibakar di depan gedung PT Timah. Beberapa demonstran juga melempari botol ke arah aparat yang berjaga.

Untuk mengendalikan situasi, polisi terpaksa menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water cannon. Meski begitu, sebagian massa tetap bertahan hingga akhirnya dibuka ruang dialog antara perwakilan penambang dengan manajemen PT Timah.

Dalam pertemuan tersebut, manajemen PT Timah akhirnya menyetujui tuntutan penambang dengan menaikkan harga beli timah rakyat kategori SN 70 persen menjadi Rp 300.000 per kilogram. Kesepakatan ini disambut sorak sorai massa yang merasa perjuangan mereka membuahkan hasil.

“Kesepakatan ini bentuk perjuangan penambang rakyat. Kami ingin harga yang layak dan tidak ditekan lagi,” ujar salah satu orator aksi.

Selain soal harga, penambang juga menuntut pembubaran Satgas Nanggala milik PT Timah dan Satgas Halilintar yang dibentuk pemerintah. Dua satgas tersebut dinilai membuat aktivitas tambang rakyat semakin terjepit karena dianggap sering melakukan penertiban berlebihan.

“Kami ingin tambang rakyat diakui. Jangan ada lagi satgas yang hanya menekan rakyat kecil,” teriak massa dalam aksinya.

Aksi ribuan penambang ini menjadi sinyal keras bahwa kebijakan tata kelola timah di Bangka Belitung harus segera dibenahi. Selain menyangkut kesejahteraan penambang, konflik berlarut juga bisa mengganggu stabilitas ekonomi daerah yang selama ini bertumpu pada sektor pertimahan.

Hingga sore hari, sebagian besar massa mulai membubarkan diri setelah adanya kesepakatan harga, meski sejumlah perwakilan penambang menegaskan akan terus mengawal janji PT Timah hingga benar-benar direalisasikan.

Reporter: Redaksi Indo Ekspres
Editor: Tim Newsroom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Berita Pembangunan