Di Balik Buronnya Reza, Kesaksian DPO Minyak Ilegal Seguring yang ‘Disembunyikan’ Oknum Aparat
EMPAT LAWANG — Kasus mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Desa Seguring Kecil, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, kini memasuki babak baru yang mengejutkan. Belakangan ini, jagat media sosial lokal dihebohkan oleh viralnya isu miring yang menyeret internal korps penegak hukum. Reza, pria yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sekaligus otak utama gudang pengolahan minyak mentah…
EMPAT LAWANG — Kasus mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Desa Seguring Kecil, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, kini memasuki babak baru yang mengejutkan. Belakangan ini, jagat media sosial lokal dihebohkan oleh viralnya isu miring yang menyeret internal korps penegak hukum.
Reza, pria yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sekaligus otak utama gudang pengolahan minyak mentah di Seguring Kecil, secara mengejutkan membuka suara dari pelariannya. Ia mengaku sengaja menghindar dari kejaran hukum bukan karena kemauannya sendiri, melainkan atas perintah oknum aparat kepolisian di lingkungan Polres Empat Lawang.
Menerima Surat Panggilan, Tapi Diperintah Menghindar
Melalui narasumber tepercaya yang terhubung langsung dengan lingkar dalam pelarian sang DPO, Reza mengonfirmasi bahwa dirinya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan surat panggilan pemeriksaan dari penyidik setelah penggerebekan gudang miliknya pada akhir Juni lalu.
Namun, alih-alih diminta kooperatif menghadap penyidik, Reza mengklaim diminta oknum anggota aktif yang diduga menjadi ‘benteng pelindung’ (backing) bisnis haram tersebut.
“Dia (Reza) mengaku menerima surat panggilan itu. Tetapi, oknum aparat yang selama ini menerima ‘setoran’ bulanan justru menyuruhnya untuk tiarap dan menjauh dari wilayah Empat Lawang terlebih dahulu,” ujar sumber investigasi yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Menurut pengakuan tersebut, instruksi menghindar diberikan agar nama-nama oknum perwira dan anggota yang ikut menikmati aliran dana bisnis minyak ilegal dari Musi Banyuasin (Muba) tersebut tidak ikut terseret ke permukaan jika Reza diperiksa.
Awal Mula Kasus dan Desakan Publik
Kasus ini mencuat setelah jajaran kepolisian mengamankan dua anak buah Reza, yakni RSN (sopir) dan RR (pekerja gudang), beserta barang bukti 1 ton minyak mentah dan ratusan liter solar oplosan siap edar di Desa Seguring Kecil. Dalam pemeriksaan, kedua tersangka blak-blakan menyebut nama Reza sebagai bos pemilik modal
Pasca-penetapan status DPO terhadap Reza, publik mulai mencium kejanggalan karena penangkapan terkesan jalan di tempat. Kondisi ini memicu reaksi keras dari elemen masyarakat dan mahasiswa.
Aliansi mahasiswa bahkan telah melayangkan tuntutan agar Divisi Propam Mabes Polri turun tangan mengaudit penanganan kasus di Polres Empat Lawang karena adanya indikasi kuat keterlibatan oknum membekingi pelaku utama.
Polres Empat Lawang Angkat
Bicara
Merespons isu liar yang telanjur viral mengenai tudingan adanya oknum yang menyuruh sang DPO melarikan diri, Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, melalui pihak humas membantah keras klaim tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa kepolisian tetap bekerja profesional dan berkomitmen mengejar Reza ke mana pun ia bersembunyi.
“Kami tegaskan tidak ada tebang pilih atau upaya menyembunyikan tersangka. Saudara R alias Reza murni melarikan diri dan saat ini tim Opsnal gabungan masih terus melacak keberadaannya di lapangan,
” jelas pihak kepolisian saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus. Polisi juga mengimbau agar Reza segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas dan terukur.
Meski demikian awak media ini memiliki bukti petunjuk merupakan sebuah rekaman telepon. Dalam rekaman tersebut aktivis terkemuka di Empat Lawang, jelas-jelas dalam rekaman tersebut orang yang menurut aktivis yang dimaksud bawah orang yang ditelponnya adalah Reza DPO kasus terkait.
Suara dalam telpon tersebut mengaku telah menerima menerima surat panggilan dari Polres Empat Lawang, namun disuruh menghindar.
Hingga berita ini diturunkan, teka-teki keberadaan Reza masih abu-abu. Namun, kesaksian dari kubu sang buron telah telanjur melempar bola panas ke Korps Bhayangkara.
Publik kini menunggu keberanian Polda Sumsel atau Mabes Polri untuk membongkar, apakah pelarian Reza adalah murni kepanikan seorang kriminal, ataukah skenario matang untuk menyelamatkan oknum berseragam di balik layar.
@Tim Investigasi/red